Hari Kearsipan Nasional Yang ke-45

Hari Kearsipan NasionalTanggal 18 Mei 2016 lalu adalah Hari Kearsipan Nasional yang ke-45  dengan tema Tahun ini adalah “Tertib Arsip Menjaga memori Kita”. Gaung hari Kearsipan Nasional  hampir tidak terdengar,  kalah dengan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang gaungnya begitu menggema seantero Nusantara.  Padahal sebagai Ruh suatu Organisasi, peranan Arsip sangatlah penting, karena setiap kejadian dan kegiatan pastilah menghasilkan arsip yang tentunya akan menjadi momentum sejarah dikemudian hari. Karena rangkaian sejarah yang ada dalam suatu Negara/lembaga tentunya didapat dari hasil arsip yang tersimpan dan terkelola dengan baik, oleh sebab itu mulailah dari  sekarang kita tertib menjaga memori yang kita miliki baik arsip lembaga, maupun arsip pribadi. Menumbuhkan cinta arsip diseluruh lapisan masyarakat memang sulit, karena mereka selalu beranggapan bahwa arsip adalah kertas-kertas yang sudah tidak terpakai, misalpun  ada dokumen penting biasanya mereka tidak mengelolanya dengan baik. Tetapi pada saat dibutuhkan barulah terasa betapa pentingnya mengelola arsip/dokumen yang kita abaikan.

Hari Kearsipan Nasional yang jaraknya berdekatan (hanya selisih 2 hari) dengan Hari Kebangkitan Nasional sebenarnya bisa diperingati dalam rangkaian Upacara yang digabung dihari Kebangkitan Nasional, hal ini untuk selalu mengingatkan kita akan Hari Kearsipan Nasional. Dalam kehidupan berbangsa peranan Arsip sangatlah penting untuk menjaga kesetabilan dan kelangsungan hidup bernegara yang aman dan terjaga. Seperti yang dikutip dari pernyataan Presiden RI yang ke 2 Bapak HM. Soeharto : “Apabila dokumen-dokumen negara terserak pada berbagai tempat tanpa adanja suatu mekanisme jang wadjar, jang dapat menundjukkan adanja dokumen-dokumen tersebut, apabila berbagai dokumen negara hilang atau dimusnahkan semata-mata karena tidak disadari nilai-nilai dokumen-dokumen tersebut oleh sementara pedjabat, maka pemerintah tentu akan menanggung akibat dari pada hilangnja informasi, jang dapat menjulitkan pemerintah dalam usaha-usahannya memberi pelajanan kepada rakjat.Soeharto, Presiden Republik Indonesia 27 Maret 1968 – 21 Mei 1998

Semoga ditahun-tahun mendatang Hari Kearsipan Nasional dapat diperingati disetiap Lembaga Negera, untuk membangkitkan semangat Cinta  Arsip.

[Penulis: Susiasih Damalita, Arsiparis Madya UM]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *