Ramadhan Penuh Berkah

Memasuki hari pertama bulan Ramadhan sungguh menyenangkan, suasana tenang dan lengang sangat terasa baik di jalan maupun di kantor. Berangkat pagi dari rumah tanpa terburu-buru dan tidak terjebak macet sungguh seperti mendapatkan undian berhadiah….hahahahaha

Masuk ke ruangan kantor dapat kejutan manis “tak ada asap rokok” yang biasanya pagi-pagi sudah memenuhi ruangan. Udara bersih, paru-paru bersih, hati bersih, pikiran bersih, sungguh manis dan indah. Seandainya saja tiap hari seperti ini suasana kantor, pasti akan sangat membuat kerasan.

Merokok memang hak masing-masing individu, tetapi hidup sehat dan udara bersih juga hak individu yang lain. Karena perokok pasif memiliki risiko lebih besar dari pada perokok pasif dan semua orang sudah tahu itu.

Menurut www.stopmerokok.com, perokok pasif dapat menghirup asap “aliran samping” (sidestream), yaitu asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, maupun asap “aliran utama” (mainstream), yaitu asap yang telah dihirup oleh perokok, lalu diembuskan kembali ke lingkungan sekitarnya. Di dalam ruangan yang terdapat perokok, hampir empat per lima dari asap yang mengisi ruangan tersebut merupakan tipe aliran samping yang berbahaya. (Sumber Google; Bahaya Perokok Pasif)

Limbah yang dikeluarkan oleh perokok yang berupa asap rokok tidak baik dan berbahaya baik untuk perokok atau orang disekitarnya yang tidak merokok. Mengutip dari artikel Bahaya perokok pasif (google) , penelitian ilmiah menunjukan asap tembakau mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia, termasuk sedikitnya 40 agen penyebab kanker (karsinogenik) yang dapat menempel pada pakaian, rambut, kulit, dinding dan perabotan, senyawa kimia tersebut adalah daintaranya, tar (agen karsinogenik), Karbonmonoksida (yang dapat mengurangi oksigen dalam darah dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit hati), arsenic (dahulu digunakan sebagai racun tikus), ammonia (digunakan dalam pemutih dan pembersih lantai, serta sianida (racun). Itu sebabnya perokok pasif yang menghirup asap rokok yang dikeluarkan oleh perokok aktif berisiko mengidap kanker paru-paru, penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, kanker rongga mulut, bronchitis, tekanan darah tinggi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Kampus yang sudah memberlakukan “Lingkungan Bebas Asap Rokok” sejak masuk pintu Gerbang Kampus adalah Universitas Indonesia (UI). Sewaktu penulis datang ke sana, suasana udara sungguh sejuk,segar, dan sehat, ditambah lagi dengan rimbunnya pepohonan hijau, benar-benar Kampus Sehat. Penulis berharap Universitas Negeri Malang mengikuti jejak sehat UI, atau paling tidak menyediakan Area merokok untuk para perokok aktif agar kita semua menjadi sehat dan nyaman dalam bekerja. Semoga segera terwujud, apalagi selama sebulan para perokok aktif bisa menahan diri dan berlatih tidak merokok. – (Susiasih Damalita, S.Pd)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *